Tak ada senja tanpa jingga, kecuali mendung.
Tak ada senja tanpa jingga kecuali hujan.
Kini mendung itu datang menerkam jiwa yang menunggu semburat jingga.
Kini hujan datang mencerkam jiwa tergores luka menunggu datangnya senja.
______________________
Mungkin aku hanya wanita tolol, yang menunggu pangeran berjiwa karatan datang dari ufuk senja bersama jingga bernyawa. Dulunya pangeran berjiwa emas selalu menari-nari di depan senja tertawa bersama jingga, seakan akan memberi tahu 'aku akan kesana, suatu saat nanti' . Aku yang hanya manusia berjiwa tak tegar, diterjang angin, diterpa badai, melalui ini semua bersama dinginnya malam, menunggu detik detik senja bersama panas nya surya.Aku sempat menyerah. Aku sempat lelah, Aku sempat berbalik arah, melangkah pergi, berlari mengejar yang pasti pasti. Tapi bodohnya aku, mempercayai pangeran berjiwa karatan. mempercayai dia akan berkunjung ke singgah sana yang jauh dalam lubuk hatiku, dan menetap disini. Selama menanti, aku sempatkan melontarkan pertanyaan 'berapa lama lagi aku akan menunggu wahai tuan ?'
Aku tak pernah dapat jawaban dari pertanyaan ku. Tak pernah ada tanda-tanda pangeran berjiwa karatan diujung senja sana memberi jawaban atas pertanyaan ini. Aku berfikir, terlalu bodoh kah aku mempertanyakan itu padamu ? Apa pertanyaan ku begitu sulit untuk dijawab ? Atau pertanyaan ku tak ada jawaban di balik kediaman mu ? Atau kau hanya fartamorgana yang tak pernah nyata tapi terlihat begitu jelas?
Kini aku mendapat jawaban seiring runtuhnya langit diatas kepalaku, bersama hebatnya badai menerjang jiwa lemah ku. Senja takkan datang lagi. Senja telah lenyap. Senja takkan datang bersama jingga. Jingga takkan kembali kesini lagi. Penantian ku usai, semua sia-sia. Pangeran berjiwa karatan takkan lagi nampak menari diujung senja. Kini dunia ku hanya ada malam yang menggigit dan siang yang menusuk. Aku takkan melihat senja lagi disini. Senja telah berganti gemuruh.
Perjalanan ku selesai. Selamat tinggal Pangeran Berjiwa Karatan. Kau ku peti-kan dalam jiwa ku yang sunyi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar