Aku telah menemukan seorang pria yang lain yang telah mengenalku jauh seperti kamu mengenalku pria aries-ku. Ya, dia pria yang lain. dia masa lalu ku, dia lebih dulu datang dalam hidupku, setelah itu, kamu, pria aries-ku. Sekarang dia datang setelah kamu pergi, tidak, kamu tidak benar-benar pergi, karna saat ini aku masih memegang janji mu, janji mu untuk kembali kesini.
Sekarang pria yang lain ini datang kembali, kalian seperti potongan potongan flashback yang berangsur angsur untuk kembali kesini. menemaniku. Dia memberikan apa yang tidak diberikan priaaries-ku, dia memberikan sesuatu yang lebih dari pria aries-ku.
Aku sudah menceritakan semua tentang pria aries-ku kepada pria yang lain. ya, sekarang dia mengetahui tentang mu, tentang cerita kita. Aku menceritakan tentang mu, karna aku takut dia berani menaruh harapanpadaku, dan aku tidak bisa memberikan harapan yang dia inginkan. harapan palsu. ya, aku tidak akan memberikan harapan palsu padanya, karna aku tau, rasanya diberi harapan palsu...
Bahkan saat ini dia tidak berusah untuk pergi setelah aku memberitahu tentang pria aries-ku. Dia rela menunggu sampai hatiku benar benar bisa beranjak dari hatimu, berpaling dari hati pria aries-ku, aku sudah memberitahunya ini akan sangat lama, karna aku masih menaruh harapan pada pria aries-ku, aku tetap memegang janjinya. aku masih menunggu pria aries-ku di sudut diam, di sudut gelap, aku berharap suatu saat nanti pria aries-ku membawa lentera menerangi sudut gelap ku menjadi ruangan terang. aku menunggu.
Dia menemaniku. dia menemani kesepian ku, dia menemani ku menunggu mu. dia bahkan berbesar hati saat aku bercerita tentang mu, saat aku mengeluh dengan sikap mu., dia bahkan berkata akan tetap memberiku bahagia semampunya, karna dia tau dia takkan mampu memberi ku bahagia seperti pria aries-ku berikan. aku pikir ini sudah lebih dari cukup.
Aku lelah harus selalu dalam keadaan berpura pura. pura-pura mempedulikannya. pura-pura memperhtikannya. pura-pura mendengar ceritanya. pura-pura menemani harinya. pura-pura memberinya bahagia. aku sudah lelah dalam keadaan selalu berpura-pura untuknya.
Sekarang aku harus apa ? mengabaikan janjimu atau aku akan maju selangkah untuk memulai memberi hatiku untuknya?
Rabu, 23 Oktober 2013
Selasa, 15 Oktober 2013
(masih) Pria Aries-ku
Ini masih tentang pria aries-ku. Pria aries ini benar-benar tidak beranjak dari fikiran ku. entah dia yang enggan pergi, entah aku yang enggan membuatnya pergi. memang keberadaannya dalam fikiran ku bukan salah pria aries-ku. Dia pria aries-ku satu satunya.
Aku mulai berfikir, mungkin aku harus menghargai setiap waktu yang ku jalani bersama pria aries-ku. Tapi aku tidak tahu, aku tidak tahu apakah esok atau lusa atau esok lusa aku akan tetap bertemu dengan pria aries-ku. semua takdir Tuhan. Aku tahu Tuhan pati merencanakan sesuatu yang indah untukku dan pria aries-ku. Jujur Tuhan, aku masih ingin bertemu pria aries-ku, mengahargai setiap waktu yang ku lalui bersamanya. oke, aku mulai ngelantur, menghayal seakan - akan pria aries-ku akan benar-benar pergi. Tapi Tuhan aku tidak tahu apa rencanamu esok hari. memang tidak ada yang tahu, tidak aku dan tidak dengan pria aries-ku. Aku tahu aku sudah mengajukan terlalu banyak permohonan untukmu, aku masih ingin memohon sekali lagi atau dua kali lagi. Tuhan, tetaplah pria aries-ku disini bersamaku.
Saat ini pria aries-ku selalu saja seperti "fartamorgana". Dia selalu tampak jelas olehku, dia seolah-olah menarikku untuk mendekatinya. saat aku melangkah, berjalan, mendekat, pria aries-ku selalu saja hilang,pergi, lenyap. Harapan palsu, ya, pria aries-ku paling hobby memberi harapan palsu. ya, untukku.
Tuhan, aku hanya ingin satu hal lagi, Ini permintaan yang selalu diminta oleh orang-orang yang "lelah" dengan keadaan yang "tidak jelas". Tuhan, jika pria aries-ku memang bukan untukku lagi, lenyapkan dia Tuhan. Aku lelah harus selalu menunggu pria aries-ku.
Dia tetap pria aries-ku
Aku mulai berfikir, mungkin aku harus menghargai setiap waktu yang ku jalani bersama pria aries-ku. Tapi aku tidak tahu, aku tidak tahu apakah esok atau lusa atau esok lusa aku akan tetap bertemu dengan pria aries-ku. semua takdir Tuhan. Aku tahu Tuhan pati merencanakan sesuatu yang indah untukku dan pria aries-ku. Jujur Tuhan, aku masih ingin bertemu pria aries-ku, mengahargai setiap waktu yang ku lalui bersamanya. oke, aku mulai ngelantur, menghayal seakan - akan pria aries-ku akan benar-benar pergi. Tapi Tuhan aku tidak tahu apa rencanamu esok hari. memang tidak ada yang tahu, tidak aku dan tidak dengan pria aries-ku. Aku tahu aku sudah mengajukan terlalu banyak permohonan untukmu, aku masih ingin memohon sekali lagi atau dua kali lagi. Tuhan, tetaplah pria aries-ku disini bersamaku.
Saat ini pria aries-ku selalu saja seperti "fartamorgana". Dia selalu tampak jelas olehku, dia seolah-olah menarikku untuk mendekatinya. saat aku melangkah, berjalan, mendekat, pria aries-ku selalu saja hilang,pergi, lenyap. Harapan palsu, ya, pria aries-ku paling hobby memberi harapan palsu. ya, untukku.
Tuhan, aku hanya ingin satu hal lagi, Ini permintaan yang selalu diminta oleh orang-orang yang "lelah" dengan keadaan yang "tidak jelas". Tuhan, jika pria aries-ku memang bukan untukku lagi, lenyapkan dia Tuhan. Aku lelah harus selalu menunggu pria aries-ku.
Dia tetap pria aries-ku
Senin, 14 Oktober 2013
Halo aries
Dia pria ariesku. seorang pria yang lahir saat rasi bintang membentuk aries. ya dia pria ariesku. aku selalu berdoa pada Tuhan agar dia satu satunya pria aries yang selalu bersama ku. tapi disini ada kesalahan, pria aries ini tidak lagi menemaniku, menemani kesunyian ku. kemana pria aries ku ? aku tau dia tidak pergi meninggalkanku, dia tidak benar benar pergi meninggalkanku, karna aku tau pria aries ku hanya untukku. haya boleh untukku.
Kini dimana pria ariesku ? dia masih didalam hatiku, dia tetap bersembunyi disini, bersembunyi dalam kegelapan hatiku. oke dia tidak bersembunyi, aku yang sembunyikannya. aku hanya takut pria ariesku benar benar pergi meninggalkan ku suatu saat nanti. aku takut aku tidak bisa lagi memikirkannya.
Kini dimana pria ariesku ? aku melepaskannya. aku membiarkannya terbang bebas. karna ini kebiasaanya. aku melepaskannya karna aku tau setelah dia puas ngelaba kesana kesini dia akan tetap kembali padaku. ini kebiasaannya. pria ariesku tetap kembali padaku.
Dia pria ariesku. dia tetap satu satunya pria ariesku.
Kini dimana pria ariesku ? dia masih didalam hatiku, dia tetap bersembunyi disini, bersembunyi dalam kegelapan hatiku. oke dia tidak bersembunyi, aku yang sembunyikannya. aku hanya takut pria ariesku benar benar pergi meninggalkan ku suatu saat nanti. aku takut aku tidak bisa lagi memikirkannya.
Kini dimana pria ariesku ? aku melepaskannya. aku membiarkannya terbang bebas. karna ini kebiasaanya. aku melepaskannya karna aku tau setelah dia puas ngelaba kesana kesini dia akan tetap kembali padaku. ini kebiasaannya. pria ariesku tetap kembali padaku.
Dia pria ariesku. dia tetap satu satunya pria ariesku.
2 tahun, 730 hari, 17.520 jam.
Pria ini membuat ku resah. dia masa laluku. bukan. dia bukan hanya masa lalu ku, saat ini dia sedang bersama ku, dan aku berharap dia masa depan ku. Pria ini tidak hanya membuat ku resah, dia membuatku galau. ya aku galau karnanya. dia? dia hanya seorang pria 4 bulan lebih besar padaku yang selalu menguntit fikiran ku kemana aku pergi. dia menghantuiku. semakin aku berjuang melupakannya semakin dia berjuang tidak aku lupakan. semakin aku berjuang menghindarinya, semakin dia berjuang tidak aku hindari
Dia mencintaiku ? tidak. bukannya dia tidak mencintaiku. aku hanya tidak tau bagaimana sebenarnya. bukan begitu kenyataanya. entahlah aku terlalu sulit mendeskripsikan perasaanya padaku saat ini. entah aku yang sulit entah aku yang tidak mengerti dengannya. aku pikir aku sudah cukup mengerti dengannya. aku pikir aku sudah mengerti hatinya. kadang aku berfikir terlalu banyak kemunafikan dalam dirinya. bukan hanya dia. aku pun begitu. terlalu banyak fakta yang sering kami hindari. terlalu banyak kemunafikan yang sering kami lukis. terlalu banyak kemunafikan yang sering kami hadapi.
Ini sudah 2 tahun. menurut ku ini bukanlah lama. aku harus menahan diri, emosi, amarah, tangis, air mata, kesedihan, kecurigaan, selama 730 hari, 17.520 jam, 1.051.200 menit dan 63.072.000 detik. apa yang aku lakukan selama ini ? apakah setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik yang berlalu aku lewati bersamanya? tidak. tidak. dan tidak.
Ini cinta yang aneh. ini bukan cinta, ini seperti flashback. cerita cinta kami yang selalu flashback. singkatnya kami dekat, jadian, putus, dekat, jadian, putus. dan siklus ini selalu terjadi. siklus yang singkat dengan waktu 2tahun.
Aku bingung harus bagaimana? apakah ini permainan Tuhan? Tuhan mempermainkan 2 hati yang tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari. ya aku dan dia tidak tahu apakah kita akan bertemu kembali, apakah kita akan dipisahkan dengan jarak yang jauh. sangat jauh. Dimana ujung perjalanan ku bersamanya ? aku takut. aku takut terus terperangkap dalam cerita 2 tahun yang tidak berujung. aku tau cerita kita bukan seperti dongeng atau cerita sinetron cengeng. aku tau ini tentang kita. tentang hati yang saling mempermainkan. hati yang selalu menghindar. hati yang sering menjauh.
2 tahun. itu tidak singkat. jika memang harus berakhir. aku ingin berakhir detik ini juga. aku lelah. sudah sangat lelah dengan kemunafikan ini. aku lelah. sudah sangat lelah selalu menunggu mu. aku lelah. harus selalu bercerita tentang mu. aku lelah.
Dia mencintaiku ? tidak. bukannya dia tidak mencintaiku. aku hanya tidak tau bagaimana sebenarnya. bukan begitu kenyataanya. entahlah aku terlalu sulit mendeskripsikan perasaanya padaku saat ini. entah aku yang sulit entah aku yang tidak mengerti dengannya. aku pikir aku sudah cukup mengerti dengannya. aku pikir aku sudah mengerti hatinya. kadang aku berfikir terlalu banyak kemunafikan dalam dirinya. bukan hanya dia. aku pun begitu. terlalu banyak fakta yang sering kami hindari. terlalu banyak kemunafikan yang sering kami lukis. terlalu banyak kemunafikan yang sering kami hadapi.
Ini sudah 2 tahun. menurut ku ini bukanlah lama. aku harus menahan diri, emosi, amarah, tangis, air mata, kesedihan, kecurigaan, selama 730 hari, 17.520 jam, 1.051.200 menit dan 63.072.000 detik. apa yang aku lakukan selama ini ? apakah setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik yang berlalu aku lewati bersamanya? tidak. tidak. dan tidak.
Ini cinta yang aneh. ini bukan cinta, ini seperti flashback. cerita cinta kami yang selalu flashback. singkatnya kami dekat, jadian, putus, dekat, jadian, putus. dan siklus ini selalu terjadi. siklus yang singkat dengan waktu 2tahun.
Aku bingung harus bagaimana? apakah ini permainan Tuhan? Tuhan mempermainkan 2 hati yang tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari. ya aku dan dia tidak tahu apakah kita akan bertemu kembali, apakah kita akan dipisahkan dengan jarak yang jauh. sangat jauh. Dimana ujung perjalanan ku bersamanya ? aku takut. aku takut terus terperangkap dalam cerita 2 tahun yang tidak berujung. aku tau cerita kita bukan seperti dongeng atau cerita sinetron cengeng. aku tau ini tentang kita. tentang hati yang saling mempermainkan. hati yang selalu menghindar. hati yang sering menjauh.
2 tahun. itu tidak singkat. jika memang harus berakhir. aku ingin berakhir detik ini juga. aku lelah. sudah sangat lelah dengan kemunafikan ini. aku lelah. sudah sangat lelah selalu menunggu mu. aku lelah. harus selalu bercerita tentang mu. aku lelah.
Langganan:
Komentar (Atom)