Aku telah menemukan seorang pria yang lain yang telah mengenalku jauh seperti kamu mengenalku pria aries-ku. Ya, dia pria yang lain. dia masa lalu ku, dia lebih dulu datang dalam hidupku, setelah itu, kamu, pria aries-ku. Sekarang dia datang setelah kamu pergi, tidak, kamu tidak benar-benar pergi, karna saat ini aku masih memegang janji mu, janji mu untuk kembali kesini.
Sekarang pria yang lain ini datang kembali, kalian seperti potongan potongan flashback yang berangsur angsur untuk kembali kesini. menemaniku. Dia memberikan apa yang tidak diberikan priaaries-ku, dia memberikan sesuatu yang lebih dari pria aries-ku.
Aku sudah menceritakan semua tentang pria aries-ku kepada pria yang lain. ya, sekarang dia mengetahui tentang mu, tentang cerita kita. Aku menceritakan tentang mu, karna aku takut dia berani menaruh harapanpadaku, dan aku tidak bisa memberikan harapan yang dia inginkan. harapan palsu. ya, aku tidak akan memberikan harapan palsu padanya, karna aku tau, rasanya diberi harapan palsu...
Bahkan saat ini dia tidak berusah untuk pergi setelah aku memberitahu tentang pria aries-ku. Dia rela menunggu sampai hatiku benar benar bisa beranjak dari hatimu, berpaling dari hati pria aries-ku, aku sudah memberitahunya ini akan sangat lama, karna aku masih menaruh harapan pada pria aries-ku, aku tetap memegang janjinya. aku masih menunggu pria aries-ku di sudut diam, di sudut gelap, aku berharap suatu saat nanti pria aries-ku membawa lentera menerangi sudut gelap ku menjadi ruangan terang. aku menunggu.
Dia menemaniku. dia menemani kesepian ku, dia menemani ku menunggu mu. dia bahkan berbesar hati saat aku bercerita tentang mu, saat aku mengeluh dengan sikap mu., dia bahkan berkata akan tetap memberiku bahagia semampunya, karna dia tau dia takkan mampu memberi ku bahagia seperti pria aries-ku berikan. aku pikir ini sudah lebih dari cukup.
Aku lelah harus selalu dalam keadaan berpura pura. pura-pura mempedulikannya. pura-pura memperhtikannya. pura-pura mendengar ceritanya. pura-pura menemani harinya. pura-pura memberinya bahagia. aku sudah lelah dalam keadaan selalu berpura-pura untuknya.
Sekarang aku harus apa ? mengabaikan janjimu atau aku akan maju selangkah untuk memulai memberi hatiku untuknya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar