Senin, 14 Oktober 2013

2 tahun, 730 hari, 17.520 jam.

Pria ini membuat ku resah. dia masa laluku. bukan. dia bukan hanya masa lalu ku, saat ini dia sedang bersama ku, dan aku berharap dia masa depan ku. Pria ini tidak hanya membuat ku resah, dia membuatku galau. ya aku galau karnanya. dia? dia hanya seorang pria 4 bulan lebih besar padaku yang selalu menguntit fikiran ku kemana aku pergi. dia menghantuiku. semakin aku berjuang melupakannya semakin dia berjuang tidak aku lupakan. semakin aku berjuang menghindarinya, semakin dia berjuang tidak aku hindari



Dia mencintaiku ? tidak. bukannya dia tidak mencintaiku. aku hanya tidak tau bagaimana sebenarnya.  bukan begitu kenyataanya. entahlah aku terlalu sulit mendeskripsikan perasaanya padaku saat ini. entah aku yang sulit entah aku yang tidak mengerti dengannya. aku pikir aku sudah cukup mengerti dengannya. aku pikir aku sudah mengerti hatinya. kadang aku berfikir terlalu banyak kemunafikan dalam dirinya. bukan hanya dia. aku pun begitu. terlalu banyak fakta yang sering kami hindari. terlalu banyak kemunafikan yang sering kami lukis. terlalu banyak kemunafikan yang sering kami hadapi.



Ini sudah 2 tahun. menurut ku ini bukanlah lama. aku harus menahan diri, emosi, amarah, tangis, air mata, kesedihan, kecurigaan, selama 730 hari, 17.520 jam, 1.051.200 menit dan 63.072.000 detik. apa yang aku lakukan selama ini ? apakah setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik yang berlalu aku lewati bersamanya? tidak. tidak. dan tidak.



Ini cinta yang aneh. ini bukan cinta, ini seperti flashback. cerita cinta kami yang selalu flashback. singkatnya kami dekat, jadian, putus, dekat, jadian, putus. dan siklus ini selalu terjadi. siklus yang singkat dengan waktu 2tahun.



Aku bingung harus bagaimana? apakah ini permainan Tuhan? Tuhan mempermainkan 2 hati yang tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari. ya aku dan dia tidak tahu apakah kita akan bertemu kembali, apakah kita akan dipisahkan dengan jarak yang jauh. sangat jauh. Dimana ujung perjalanan ku bersamanya ? aku takut. aku takut terus terperangkap dalam cerita 2 tahun yang tidak berujung. aku tau cerita kita bukan seperti dongeng atau cerita sinetron cengeng. aku tau ini tentang kita. tentang hati yang saling mempermainkan. hati yang selalu menghindar. hati yang sering menjauh.



2 tahun. itu tidak singkat. jika memang harus berakhir. aku ingin berakhir detik ini juga. aku lelah. sudah sangat lelah dengan kemunafikan ini. aku lelah. sudah sangat lelah selalu menunggu mu. aku lelah. harus selalu bercerita tentang mu. aku lelah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar