Rabu, 29 Januari 2014

Tangan tak bertaut, Hati tak bersambut

Mungkin ini bukan salah ku, ini bukan juga salah mu. Aku disini seakan membayangimu seribu mimpi, seribu kebahagiaan. padahal aku tahu, aku disini hanya ingin melihat mu tersenyum. Aku disini seakan memiliki segudang harapan untuk kita wujudkan bersama, padahal aku hanya punya hati yang berusaha membuatmu bahagia. Cinta mu membuat ku melayang, mabuk kepayang. tapi cintamu tak mampu menembus hatiku, membuat getaran penuh melodi didalam dadaku.

Aku hanya hidup dalam kepura-puraan.
Aku pura-pura mendengarkanmu, mendengarkan celotehanmu, keluhanmu, dan tangis mu yang penuh luka. karna aku tidak tau bersikap apa. Mungkin aku akan memberimu sedikit ketengan jiwa.
Aku pura-pura melihatmu, melihatmu bahagia dan tertawa. Aku pikir aku berhasil membahagia kan mu meski bukan dengan hatiku. karna yang bekerja hanyalah otakku.
Tapi yang satu ini, aku tidak pura-pura peka atas segala kode yang kamu kirim kan padaku. hanya aja aku pura-pura tidak merasakan kode apapun dari mu. Maafkan aku yang tak menghadirkan cinta penuh bahagia untukmu.

Cinta tak perlu pemaksaan. Setiap aku memikirkan kata itu, aku berharap ada sedikit celah untukku kabur dari hatimu, karna aku tak sanggup harus terus berpura-pura mencintaimu. aku tak sanggup lebih lama lagi membohongi mu dengan segala kepalsuan ku. Tapi setiap aku berusaha kabur, aku selalu mendengar bisikan malaikat cinta untuk tidak menggoreskan sedikit luka dihatimu, apalagi menyakiti mu dengan luka lebar.
Luka lebar. Kadang aku berfikir mungkin dengan cara ini, menghadirkan luka lebar, aku bisa membuat mu membenci ku, membuatmu sadar bahwa selama ini aku tidak benar-benar ada untukmu. Tapi saat aku akan melakukannya, aku sudah merasa hantaman yang sangat besar menghantam dadaku.
Aku terus melanjutkan drama kepura-puraan ku, hingga suatu saat nanti kamu tahu, aku manusia terjahat dalam hidupmu.

Aku ingin kau segera sadar, aku tak pernah memberi mu kebahagiaan dengan hati, tapi dengan bualan dustaku. Aku ingin kau segera sadar, aku tak pernah memberimu cinta dengan hati, tapi dengan logika berharap kau bahagia. Kamu tak pernah bisa menembus relung hatiku, membuat getaran berbeda penuh cinta disana, tapi entah kenapa aku membuatmu merasakannya. Kamu tak pernah menembus jiwa warasku, dan membuat aku memikirkanmu disana, tapi aku melakukannya padamu. Kamu tak pernah menembus lapisan darahku, membuat getaran hebat setiap kita bersentuhan, tapi entah mengapa aku melakukannya padamu.

Maafkan aku manusia tak punya hati ini. Maafkan aku manusia yang hidup di dalam kepura-puraan. Maafkan aku yang tak sepenuhnya ada untukmu. bukannya aku tak berjuang, tapi aku rasa perjuanganku sudah sia-sia. kamu pantas bahagia, tidak dengan ku, tapi dengan seseorang yang mampu menghadirkan cinta tak terbatas untukmu.

Ini bukan salahmu. Ini bukan salahku. Tangan kita yang tak bertaut, hati kita yang tak bersambut....


Yolanda Islamy, 29 Januari 2014, 19:53. Padang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar